jangle-tacks
Cara Tepat Penyimpanan ASI Perah

Cara Tepat Penyimpanan ASI Perah

Semua ibu didunia pasti ingin menyusui anaknya dengan ASI. Ibu-ibu merasa beruntung jika ASI dapat keluar dengan lancar. Namun kita pasti sangat kesulitan memberi kan ASI kepada anak kita jika kita seorang wanita karir.

Anda tidak perlu khawatir karena anda bisa memeras ASI dan kemudian menyimpan asiMenyimpan ASI Yang Baik Dan Aman. Baca selengkapnya ... » tersebut dengan cara yang baik. Bagaimanakah cara-cara untuk Penyimpanan ASI dengan maksimal tanpa mengurangi nilai gizi dan nutrisi dalam ASI tersebut?

Sebelum saya memberikan tips cara Penyimpanan ASICara Penyimpanan ASI. Baca selengkapnya ... » yang tepat, sebelumnya saya akan memberikan info bagaimana cara memerah ASI  yang tepat?

Berikut cara-cara yang tepat menurut Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia

1. letakkan ibu jari 3 cm di atas puting, dan jari telunjuk dan tengah di 3 cm di bawah areola, membentuk huruf C

2. Dorong payudara ke arah dada tanpa merubah posisi jari

3. Lanjutkan dengan gerakan ke depan memijat jaringan di bawah areola sehingga memerah ASI dalam saluran ASI. Lakukan gerakan ini sampai pancaran ASI berkurang.

Hindari meremas puting, karena dapat menyumbat saluran payudara. Selain itu, jangan menarik puting, karena dapat menyebabkan lecet.

Berikuti ini TIPS cara penyimpanan ASI yang Baik dan benar :

  • ASI yang anda peras hanya bisa bertahan di suhu ruangan selama 10 jam jika anda memilih menyimpannya di suhu ruangan.
  • ASI yang disimpan di kulkas, harus segera digunakan dalam setengah jam setelah berada di suhu ruangan.
  • ASI dapat disimpan di kulkas untuk 5 sampai 7 hari kedepan
  • Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari gelas tahan panas.
    • Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 125 ml.
    • Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Sebaiknya jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  • Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
  • Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  • Bila mungkin, simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
  • Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup.
  • Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan nama,  tanggal, dan jam memerah ASI
  • Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.
  • ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.
  • Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali.
  • Simpan ASI beku sebagai cadangan untuk keadaan darurat. Jika sedang di rumah, susui bayi.

Setelah kita melakukan cara Penyimpanan ASI kita secara otomatis maka kita memerlukan juga informasi bagaimana cara penyajian / memberikan ASI yang kita simpan dalam Lemari pendingin kepada anak kita, berikut ini tips bagaimana memberikan ASI yang disimpan kepada bayi kita:

  • Ambil botol ASI dan kemudian letakkan dalam suhu ruangan atau anda bisa letakkan diatas mangkok dengan air panas.
  • Jangan pernah mencairkan ASI dimicrowave karena akan merusak kandungan dalam ASI yang anda berikan.selain itu dapat menimbulkan titik-titik panas (hot spots) yang bisa “membakar” lidah atau mulut bayi.
  • Aduk merata untuk memisahkan krim dalam ASI
  • Jangan memberikan air susu tersebut jika belum benar benar telah cair dan menjadi susu.
  • Jangan pernah memberikan ASI yang telah berbau asam
  • ASI hanya bisa bertahan 24 jam setelah dicairkan.

Anda harus benar-benar mempelajari cara menyimpan asi yang benar demi kualitas asi untuk buah hati anda yang tercinta.

Cara Menyimpan ASI Ketika Listrik Padam

Namun dalam melakukan Penyimpanan ASI ini sering terkendala oleh padamnya listrik, sehingga kita jadi khawatir akan ASI yang kita simpan dalam lemari pendingin, berikut ini tips cara penyimpanan ASI apabila listrik padam :

  • Gunakan wadah penyimpanan ASI perah dengan takaran volume sesuai kebutuhan bayi Anda sekali minum. Debgan begitu, tidak ada ASI yang tersisa.
  • Bila ASI perah akan diberikan kepada bayi dalam waktu kurang dari 6 jam, tak perlu disimpan di kulkas. Namun, jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3-4 jam.
  • Bila listrik padam dan Anda punya simpanan ASI perah untuk 24 jam, segera berikan ASI simpanan yang tersedia. Jangan biarkan ASI perah tersebut tetap tersimpan di kulkas dalam keadaan listrik padam lebih dari 3-4 jam.
  • Simpan ASI perah Anda di bagian tengah atau bagian terdalam freezer. Bagian-bagian itu memiliki suhu yang lebih dingin dan konstan sehingga, bila listrik padam, suhunya tak cepat naik.

Semua upaya ini pada mulanya memang tampak sulit. Tapi jika sudah terbiasa, segalanya akan menjadi mudah. Jangan dulu gamang untuk mencoba. Apa pun hasil yang Anda peroleh, Sedikit banyak usaha Anda ini memberikan sesuatu yang terbaik bagi kesehatan bayi kita.

Semoga Tips penyimpanan ASI yang benar dari saya ini dapat bermanfaat bagi semua. Dan kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita.

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
Hasil pencarian artikel ini dengan: » bagaimana asi perah yang sudah di minum bayi tersisa » cara penyajian asi cadangan » cara simpan asip dalam keadaan mati listrik

Bagaimana menurut anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This
Protected by Copyscape Online Plagiarism Detector